This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Video Profil

Profil tahun 2009 :D



Membangun The DREAM TEAM :)

 
Dalam berjuang, faktor kebersamaan adalah kata kunci sukses. Berpegang teguhlah dalam kebersamaan, jangan bercerai berai. Hal tersebut menunjukkan bahwa lawan dari kebersamaan adalah perpecahan. Ada 10 karakteristik yang diperlukan oleh tim, yaitu agar secara efektif tim dapat menghasilkan kinerja secara luar biasa dan cepat mencapai tujuan yang diharapkan.

1. PRINSIP, TUJUAN DAN SASARAN
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya prinsip (value), tujuan dan sasaran yang jelas, sehingga secara sadar anggota tim disatukan oleh kebersamaan misi dan membangun komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mau bekerja sama untuk memenuhi hal tersebut. Lembaga atau tim yang telah memiliki visi dan misi yang jelas akan lebih baik dan lebih terarah dalam menggerakkan modal dan energinya. Perencanaan dan pandangan ke depan yang mantap dan misi yang diketahui oleh seluruh personel dengan baik (searhing of vision ), akan secara luar biasa membawa perubahan tim. Sehingga semua bekerja dengan lebih sinergi untuk menuju tujuan yang jelas dan semua akan bekerja untuk merealisasi tujuan (MBO- management by objective). Buatlah tujuan kelompok dan program kelompok. Untuk chek list tim anda: Sudahkah mempunyai tujuan yang spesifik dan diketahui oleh semua anggota tim, apakah misi didokumentasikan, sehingga siapapun yang baru bergabung dapat dengan cepat mengetahui arah kerja tim.

2. KETERBUKAAN DAN KONFRONTASI
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama pula, serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide – idenya. Eksperimen dan kreativitas selalu digiatkan, anggota lainnya wajib untuk menolong anggota bersangkutan, jika memang ide tersebut logis dan berguna sewajarnya diterima. Ciri kelemahan aspek ini terlihat: Banyak orang cerdas dan mempunyai gagasan cemerlang, tetapi mati dan tidak dapat menyalurkan gagasannya dengan baik, karena ide tidak dinilai dengan fair. Orang tidak berani mengatakan tentang apa yang sesungguhnya ada dalam isi hati dan fikirannya. Sering dalam kelompok informasi penting hanya dimiliki sekelompok orang tertentu. Orang tidak dapat mendeteksi perbedaan pendapat, tetapi hanya melihat pekerjaan tidak lancar. Usulan tidak segera mendapatkan umpan balik yang proposional. Banyak orang bicara dibelakang meja

3. DUKUNGAN DAN KEPERCAYAAN
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya dukungan dan kepercayaan antar seluruh anggota tim dengan baik. Pemimpin tidak akan dapat menyelesaikan program dan kegiatan sendiri, oleh karena itu dukungan dan kepercayaan angota tim sangat diperlukan. Orang akan memberi dukungan jika ada kepercayaan atau kredibilitas yang baik. Pilihlah pemimpin yang paling lemah diantara kamu, lalu berilah dukungan, loyalitas dan komitmen bersama , niscaya akan sukses. Bila ada ide yang perlu didukung, maka berikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan pemahaman idenya. Kelemahan aspek ini menyebabkan: Seringkali bila kelompok pada keadaan sulit, semua bekerja untuk dirinya sendiri, mereka egois. Seringkali mereka menganggap tidak ada masalah dalam kelompok, sehingga tidak perlu diberikan dukungan. Sering terlalu banyak tuduh-menuduh , melempar perkerjaan, lempar tangan sembunyi kaki.

4. KERJASAMA, KOMUNIKASI DAN KONFLIK
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya kerjasama, komunikasi dan konflik. Komunikasi adalah link (pengait) antar sesama anggota kelompok, sehingga keberadaannya sangat penting. Kemampuan menggunakan komunikasi yang efektif dengan memanfaatkan sarana komunikasi yang ada. Konflik akan selalu ada dalam kehidupan, yaitu ketika berkumpulnya lebih dari satu orang. Kini bagaimana kita mengelola konflik menjadi sesuatu yang mendatangkan rahmat. Tanpa perbedaan dan konflik, maka kehidupaan tidak akan kontras dan semua yes man!!. Tantangannya, kita harus mampu membuat konflik yang tidak merusak keutuhan tim. Adanya ketidak sepakatan, asymmetry perception dan asymmetry information merupakan awal konflik. Adakah pertikaian pemikiran yang merugikan, merusak dan melelahkan emosi tim. Konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan jalan konsensus, bersifat konstruktif dan menerapkan pendekatan menang–menang (win–win approach).

5. PROSEDUR KERJA DAN KEPUTUSAN YANG LAYAK
Tim akan efektif mencapai tujuan, ketika anggota tim selalu mendukung keputusan, serta menjalankan prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama – sama. Dalam tim diperlukan pemahaman peran, tanggung jawab dan keterbatasan otoritas masing – masing. Buatlah prosedur kerja baku (Protap/ SOP) pada pekerjaan rutin dan berulang, yaitu untuk sebuah kepastian prosedur dan mekanisme. Tim tidak efektif ketika: Keputusan dibuat pada level yang tidak tepat. Keputusan dalam rapat atau kesepakatan bersama tidak dikerjakan sebagaimana mestinya. Ada orang merasa sakit hati karena keputusan yang tidak berkenan dengannya, walapun itu hasil musyawarah bersama. Orang bekerja tidak sepenuh hati.

6. KEPEMIMPINAN YANG LAYAK (al qiyadah al ahliyah wa kamiyah).
Kepemimpinan diri (personal leadership) adalah yang lebih utama, dibanding menuntut pemimpin formal yang qualified (al ahliyah) dalam kelompok. Tim perlu menyediakan pemimpin yang dilandasi prinsip yang kuat (principle center leadership) dan mencukupi kebutuhan (kamiyah). Anggota tim perlu saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Kepemimpinan tim disetiap fase dan proyek hendaknya didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengalamaman dibidangnya. Fungsi kepemimpinan didalam tim sebaiknya dilihat dari kompetensi seseorang, bukan berasal dari titel, otoritas dan senioritas. Ada tipe pemimpin yang suka menyimpan kesalahan-kesalahan masa lalu bawahan atau sejawat, hendaknya para pendedam dihindari dalam jalur komando.

7. REVIEW KERJA DAN PROGRAM SECARA REGULER (nadzarotul ‘amal al istimroriyah)
Tim yang efektif harus selalu mengevaluasi fungsi dan proses yang sudah dilakukan secara reguler. Tim efektif mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan dengan baik. Tim tidak efektif ketika: Pendapat orang lain kurang diterima. Kurang menerima umpan balik atas usulan terdahulu. Banyak bekerja, tetapi sedikit kesempatan untuk berfikir (jangan bekerja terus, sekali-kali duduk untuk berfikir dan mereview pekerjaan). Prosedur kerja sering monoton, membosankan. Tidak ada reviuw SOP untuk kegiatan, terutama kegiatan yang rutin. Berikan waktu untuk mempertimbangkan segenap gagasan yang mengalir dan melihat kebelakang sejenak akan pekerjaan yang telah dilakukan.

8. PENGEMBANGAN INDIVIDU
Tim akan bekerja secara efektif jika selalu mengelola peningkatan penghargaan individu (individual self esteem). Kegiatan tim tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga pada proses dan isi. Tim tidak efektif jika : Kesempatan anggota untuk berkembang kurang diciptakan. Program pengembangan anggota tidak dibuat atau diprogram dengan baik. Banyak tugas diluar kemampuan staff (under competency), sehingga hasilnya kurang sempurna. lebih parah jika yang pinter hanya atasan. Keragaman latar belakang dan kemampuan anggota tim memberi warna kepada tim. Semakin besar keragaman yang ada ( keahlian, pengetahuan dan pengalaman ) akan semakin banyak tugas – tugas yang dapat ditangani.

9. HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK (SOSIAL)
Tim akan efektif jika memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan, yaitu baik dengan para atasan (melobi) , dengan tim lain (sosialisasi dan share) dan lingkungan perusahaan (adaptasi). Kurang kerjasama dengan kelompok lain akan menyebabkan kerjasamanya kurang menggairahkan. Jika komponen ini lemah, maka kerjasama dengan kelompok lain berantakkan dan gagal, sering tim hanya jago kandang. Ide dari luar tim tidak digunakan. Terlalu bangga dengan tim.

10. IKATAN HATI SECARA SINERGI
Tim akan efektif jika sesama anggotanya memiliki ikatan hati dengan baik, bahkan secara sinergi mempunyai tanggung jawab moral untuk saling menasehati dan mencapai keberhasilan bersama. Tim pada masa depan memiliki tumpuan utama pada kredibilitas moral anggotanya. Tim tidak efektif jika mereka saling menjatuhkan. Tidak adanya ikatan hati (moral) dan sifat saling membantu secara sinergi dalam berbagai hal.

It’s the Inside Problem!


Ada sebuah cerita yang menarik yang menceritakan mengenai seorang nenek tua yang berjalan di kegelapan malam dan berhenti di bawah sebuah lampu jalanan untuk mencari sesuatu di bawah sinar lampu itu. Kemudian datanglah seorang muda menanyakan kepada nenek tua itu, apa yang sedang ia lakukan? Jawabnya, “Saya sedang mencari kunci saya yang hilang.” Anak muda itu langsung menawarkan bantuannya untuk mencari kunci itu. Setelah dua jam ia membantu mencari, akhirnya ia menyerah dan kemudian ia berkata kepada nenek tua, “Kita telah mencari di semua tempat sekitar sini dan belum juga menemukannya, apakah Anda yakin Anda kehilangan kunci itu di sekitar tempat ini? Nenek tua itu menjawab, “Tidak, kunci itu hilang di rumah, tapi rumah saya tidak memiliki penerangan dan tempat ini lebih terang dari rumah saya.” :D
Cerita yang lucu ini mengingatkan kita untuk tidak mencari alasan atau kunci sukses di luar sana, karena semuanya berada dalam diri kita dan hanya kitalah yang mampu mengubahnya.

"Temukan harta karun (POTENSI) dalam diri Anda!"

Benih SUKSES


“Try not to become a man of success, but rather a man of value.” -(Albert Einstein)-

Alkisah, ada seorang penabur benih yang pergi membawa sekarung benih. Sepanjang perjalanannya, sebagian benih jatuh di pinggir jalan, setelah beberapa waktu, datanglah seekor burung dan memakannya. Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu, yang tidak banyak tanahnya, dan benih itu pun segera tumbuh, tetapi tidak dapat bertahan lama karena tanahnya tipis, maka akarnya pendek, segeralah ia menjadi kering dan layu. Sebagian lagi jatuh di semak berduri, lalu seiring dengan pertumbuhan benih tersebut, ia terhimpit oleh semak belukar, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian lainnya jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan subur dan banyak buahnya, dan menghasilkan banyak sekali panenan.

"Barang siapa yang menanam (benih) kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. sebaliknya, barang siapa yang menanam (benih) keburukan maka ia akan mendapat keburukan."

Benih hidup kita
Hidup manusia pun bisa dianalogikan seperti benih di atas. Seperti benih pertama, beberapa orang hidup tanpa berhasil mengaktualisasi potensi diri mereka atau bahkan tidak berhasil menemukannya. Mereka sama sekali tidak menghasilkan apa-apa dalam hidupnya, bahkan sampai mereka meninggal. Beberapa seperti benih kedua, yang mampu berkembang dengan cepat dan pesat, namun sesungguhnya akarnya (hidupnya) sangat rapuh dan kering. Orang-orang sepertinya adalah orang yang tidak henti-hentinya bekerja secara terus menerus, tanpa mempedulikan kualitas kesehatan fisik, mental, ataupun sosial. Mereka memiliki kualitas hidup yang kurang baik, mungkin sakit-sakitan, memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah, ataupun terdapat ketidakharmonisan di keluarganya. Secara sekilas, mereka terlihat memiliki segalanya, tetapi sesungguhnya kehidupan mereka kering.

Beberapa seperti benih ketiga, walaupun mereka punya akar kuat dan mampu tumbuh tinggi, tetapi mereka tidak berbuah. Orang-orang seperti ini hanya hidup untuk dirinya sendiri, dan sesungguhnya mereka tidak memberikan nilai yang berarti bagi orang-orang di sekitar mereka. Mereka hanya hidup untuk ambisi pribadi sendiri, tanpa memperdulikan orang lain. Mereka sama sekali tidak menghasilkan buah yang bisa diberikan untuk orang lain. Dan tentunya, sedikit orang seperti benih keempat, di mana mereka berhasil mempunyai tanah yang subur dengan mineral yang cukup, di mana akhirnya potensi dari benih tersebut bisa sampai maksimal dan juga menghasilkan buah bagi orang lain. Merekalah yang bisa menjaga keseimbangan di antara seluruh aspek hidup mereka, karena selain berbuah dengan baik, juga memiliki akar yang kuat.

Benih yang manakah kita? Manakah benih yang paling menggambarkan hidup kita? Apakah hidup kita seperti benih yang pertama, yang hidup dengan sia-sia tanpa menghasilkan apa pun?Ataukah seperti benih kedua, yang dibutakan oleh harta semata tanpa mempedulikan kebahagiaan dan kesehatan kita? Dan akhirnya kita akan merasa hidup kita sia-sia dan kering? Ataukah seperti benih ketiga, yang hanya egois memperhatikan diri sendiri, tetapi tidak memberikan kontribusi (nilai) apa pun bagi sesama kita? Berbeda dengan benih, kita mempunyai kekuatan dan daya untuk menentukan hendak berada di tanah yang manakah kita berada. Jika pun kita telah berada di tanah yang salah, kita masih mempunyai kesempatan & kemampuan untuk berpindah.

Tidak seperti benih yang hanya bisa pasrah, kita masih mempunyai kaki, pikiran, dan hati untuk meninggalkan tanah yang lama dan menuju tanah subur impian benih tersebut. Jika kita merasa belum berada di tanah subur kita, maka jangan buang waktu lagi, carilah tanah tersebut. Tanamkanlah akar dengan kuat, tumbuhkanlah batang pohon kita dengan tinggi, dan yang paling penting: hasilkanlah buah yang manis untuk orang lain. Karena hanya dengan demikianlah, benih (orang) tersebut telah mengeluarkan potensi maksimal dalam dirinya. Benih yang berhasil menanamkan akar yang kuat, dan telah menumbuhkan batang yang menjulang tinggi, tapi tidak menghasilkan buah apapun, sama saja dengan tidak berguna. Ia akan ditebang dan dibuang, dan akan digantikan dengan pohon yang lain.

Profil Saya

Febri, begitu sapaan akrab saya yang bernama lengkap Febriansyah ini. Lahir di Lahat (salah satu kabupaten di Sumatera Selatan) pada tanggal 1 Februari. Anak ketiga dari tiga bersaudara, lahir dan dibesarkan dari keluarga yang sederhana & islami. Mengenyam pendidikan dari Taman Kanak-Kanak sampai menengah atas di Lahat, Alumnus SMP Negeri 1 Lahat, dan SMA Negeri 4 Lahat ini kemudian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri terbesar di sumatera selatan, Universitas Sriwijaya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Administrasi Negara tahun 2005, sempat juga mendapat beasiswa short course di Tsinghua University Beijing China dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2009. Febri, yang memiliki hobi berorganisasi dan berpetualang ini sedari muda aktif terlibat dalam berbagai organisasi, mulai dari menjadi wakil ketua OSIS sampai Ketua Umum Forum Silaturahim Kerohanian Islam Sekolah (FOROS) kab. lahat, bahkan pernah juga menjabat sebagai Sekretaris Jendral PB IKA-LKS Kab. lahat. Saat kuliah, Febri adalah aktivis kampus Universitas Sriwijaya. Aktif sebagai Ketua Badan Pengelola Mentoring Lembaga Dakwah Fisip Unsri 2006-2007, Ketua Umum KAMMI Komisariat Al-Aqsha Unsri 2007-2008, Menteri Politik & Luar Negeri BEM Unsri 2007-2008, dan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya 2008-2009, serta Koordinator Wilayah II (Sumbagsel-Babel) BEM Se-Indonesia, juga Koordinator Pusat BEM Se-Sumatera selatan. Semasa aktif di kampus, ia juga pernah berpetualang sampai ke Papua Barat (Manokwari) dalam event Jambore Kebangsaan yang diadakan oleh Kemendagri tahun 2008, Pelatihan Pemimpin Organisasi Mahasiswa tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kemenpora tahun 2009. 

Pernah menjadi Wakil Direktur LMT Trustco Palembang tahun 2010. Aktivitasnya sekarang adalah sebagai Stah Ahli DPR-RI, Direktur Utama CV TOBI Sukses, dan Direktur Eksekutif di TOBI Training and Education Center, sebuah lembaga pelatihan dan pendidikan yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia (Human Ressourcess Development), guna membangun dan memberdayakan manusia (SDM) Indonesia yang berkarakter, unggul, berkualitas, dan berdaya guna dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera menuju Indonesia Madani. Sebagai seorang trainer & motivator yang telah menginspirasi puluhan ribu orang di berbagai daerah se-Indonesia dalam berbagai event, acara, seminar, workshop, training, dll. Febri juga penulis buku "The Secret of SUCCESS; Jurus Jitu Meraih Sukses Dunia-Akhrat dari A sampai Z", memiliki seorang istri bernama Etika Suryandari, seorang PNS, trainer muslimah, dan penulis pula (dengan nama pena Aisya Avicenna), penulis buku ‘The Secret of Shalihah”. 

Biodata

Nama                          : Febriansyah 
Nama Panggilan           : Febri 
Tempat, tgl lahir           : Lahat, 1 Februari 
Jenis Kelamin               : Laki-laki 
Agama                         : Islam 
Golongan Darah           : O 
Saudara                       : Anak ke-3 dari tiga bersaudara 
Hobi                             : Membaca, Berpetualang dan Berorganisasi 
Alamat Rumah             : Jalan Kirab Remaja No. 111 A RT. 008/ RW. 003 Kelurahan RD-PTKAI,      
                                     Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan 31417 
Alamat Domisili           : Jalan Penggalang VIII No. 06 RT. 013/ RW. 03 Kelurahan Palmeriam, Kecamatan 
                                     Matraman, Jakarta Timur 13140 
HP/ Email                    : 0813-73146698; 0857-88893871/ dex_emfeb@yahoo.co.id 
Pekerjaan                    : TA DPR-RI/ Direktur CV. TOBI Sukses 
Riwayat Pendidikan  : 
1. TK Kemala Bhayangkari Lahat tahun 1992 
2. SD Negeri 3 Lahat tahun 1993-1999 
3. SMP Negeri 1 Lahat tahun 1999-2002 
4. SMA Negeri 4 Lahat tahun 2002-2005 
5. Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sriwijaya 
6. Tsinghua University Beijing China 2009 

Riwayat Organisasi  : 
1. Sekretaris Jenderal PB IKA-LKS Kabupaten Lahat (2002-2003) 
2. Wakil Ketua OSIS SMA N 4 Lahat (2003-2004) 
3. Ketua Umum Forum Silaturahim ROHIS (FOROS) se-Kabupaten Lahat (2003-2004) 
4. Kadept. Kaderisasi ROHIS (DKM) SMA N 4 Lahat (2003-2004) 
5. Ketua Umum Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Baiturrohman Lahat (2004-2005) 
6. Kadept. Kaderisasi Ikatan Mahasiswa Lahat (IKAMALA) 2005-2006 
7. Kepala Badan Pengelola Mentoring Fakultas (BPMF) Lembaga Dakwah Fakultas FISIP Unsri (2006-2007) 
8. Ketua Umum Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Al-Muhajirin Ogan Ilir (2007-2008) 
9. Ketua Umum KAMMI Komisariat Universitas Sriwijaya (2007-2008) 
10. Menteri Politik & Luar Negeri BEM Universitas Sriwijaya (2007-2008) 
11. Staf Dept. Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sumatera Selatan (2008-2009) 
12. Presiden Mahasiswa BEM Universitas Sriwijaya (2008-2009) 
13. Koord. Pusat BEM se-Sumatera Selatan (2008-2009) 
14. Koord. Nasional Wilayah 2 (Sumbagsel-Babel) BEM se-Indonesia (2008-2009) 
15. Presidium Nasional Indonesia-China Youth Union (ICYU) 
16. Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam (PD Pemuda PUI) Kabupaten Lahat 

Prestasi Lainnya  : 
1. Juara 1 Lomba Pidato Se-Kabupaten Lahat tahun 2002 
2. Medali Perak Kejuaraan Pencak Silat Kabupaten Lahat (POPDA) tahun 2002 
3. Juara 1 Tenis Meja se-Kabupaten Lahat tahun 2003-2005 
4. Peserta Olimpiade bidang Komputer tingkat Kabupaten Lahat tahun 2004 
5. Juara 3 MTQ Kabupaten Lahat Cabang Fahmil Al-Quran tahun 2005 
6. Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Fakultas Fisip Unsri tahun 2007 
7. Juara 3 MTQ Mahasiswa Unsri tingkat Universitas cabang Syarah Al-Quran tahun 2007 
8. Dll 

Pengalaman Lainnya  : 
1. Peserta Jambore Kebangsaan di Manokwari Papua Barat oleh Kementerian Dalam Negeri RI tahun 2008
2. Studi Banding Mahasiswa Indonesia ke Malaysia oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI tahun 2008 
3. Peserta Pelatihan Pemimpin Organisasi Mahasiswa tingkat Nasional di Jakarta oleh Kementerian Pemuda & Olahraga RI tahun 2009 
4. Beasiswa short course ke Tsinghua University Beijing China oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI tahun 2009 
5. Ketua Tim Relawan BEM Unsri untuk Gempa Padang Sumatera Barat tahun 2009 
6. Hipnoterapis, NLPers, Profesional Trainer, Motivator, Instruktur Outbond dengan lebih dari 10.000 audiens dalam 1 tahun terakhir.

Tentang KePEMIMPINan

Indonesia dengan hampir 200 juta umat Islam, kalau saja bisa memiliki pemimpin yang sangat tangguh akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikut. Kalau pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Para pengikut menduplikasi pemimpinnya. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pimpinan kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula umatnya. Kalau kita lihat kondisi bangsa kita sekarang jangan pesimis, kalau kita tidak bisa memimpin sekarang, mudah-mudahan generasi kita yang akan datang akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas tinggi. Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Kalau singa, sudah dilahirkan menjadi raja hutan, tetapi manusia ada yang memiliki bakat menjadi pemimpin, belum tentu dapat memimpin dengan baik kalau tidak disertai dengan ilmu. Menurut analisa di Indonesia, ada jenis pemimpin ulama pesantrenan: dibesarkan di pesantren, ilmu agamanya luas, tapi kelemahannya kata para ahli adalah dalam bidang manajemen, sehingga sulit untuk mengurus sesuatu yang besar. Ada juga yang birokrat: aktif di islam, kemampuan organisasinya bagus tetapi pendalaman agamanya belum mantap. Ada tipe mubaligh yang seperti selebritis: dia ceramahnya bagus, diliput media massa, akhirnya jadi terkenal dimana-mana, dijadikan idola, tetapi kadang-kadang kurang mengakar dalam menggerakkan masyarakat. Yang kita impikan adalah yang seperti Rasul, dia mumpuni dalam keilmuannya, berkemampuan dalam manajemen, beliau juga punya kemampuan membangun opini di masyarakat. Dengan dasar “Setiap diantaramu adalah pemimpin”, Setiap kepemimpinan akan ditanya oleh Allah. Semua pemimpin termasuk pemimpin rumah tangga tidak terkecuali. 
Berikut rumus sederhana untuk menjadi pemimpin yang dicintai. Pemimpin itu bukan yang mengerjakan segalanya sendiri, kalau ia melakukannya sendiri akan gagal ia memimpin. Kalau kita ingin untung sendiri akan sengsara akhirnya, karena kita sering merasa untung jika kita untung sendiri, padahal keuntungan sebenarnya bagi kita adalah jika kita menjadi jalan keuntungan bagi orang lain. Apakah rahasia utama kepemimpinan? Jawabannya adalah : kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain, pikirkan diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan ini bagus, kokoh, megah karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong kalau tidak diawali dengan diri sendiri. Ibu yang ingin anaknya ramah, lembut, pertanyaannya adalah sudah ramah dan lembutkah saya? Jangan menyuruh orang lain kalau belum menyuruh diri sendiri, jangan melarang orang lain sebelum melarang diri. Orang yang tidak cocok antara perbuatan dan perkataan akan runtuh wibawanya. Guru, ibu, bapak atau pemimpin akan runtuh wibawanya kalu tidak cocok. Siapapun kalau tidak serius menjadi contoh akan jatuh wibawanya. 
Ada seorang yang mengajarkan ilmu di Daarut Tauhiid mengatakan bahwa visual itu mengambil bagian 50-60 persen, sedang vokal hanya beberapa persen sisanya adalah verbal. Kata-kata seperti ini kecil pengaruhnya, yang berpengaruh itu adalah visual kita. Contohnya nada bicara dalam berkata-kata. Tetapi jika tidak berkata-katapun akan jadi masalah. Jadi kalau kita berangan-angan ingin jadi pemimpin jangan memikirkan bawahan, pikirkan saja diri kita dulu. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi Mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri adalah omong kosong. Misalnya ketika sedang rapat kita sombong, berapa banyak potensi yang tidak bisa keluar hanya karena pemimpinannya sombong. Rapat yang dipimpin dengan emosional akan banyak potensi solusi yang tidak dapat keluar karena pemimpinnya emosional. Makanya seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain. 
Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menjadi contoh atau suri tauladan, modalnya harus yakin dengan kebenaran contoh tersebut; karena kalau kita tidak yakin atau ragu-ragu kita tidak dapat menjadi contoh. Hanya orang yang berpengetahuan luas yakin akan ilmunya yang berhasil menjadi contoh. Ingatlah rumus 5 S (senyum, salam sapa, santun, sopan). Khusus untuk pelajaran senyum, ternyata jika kita makin tahu ilmu senyum makin nikmat senyum itu. Senyum itu bisa dilihat dari mata. Senyum yang asli, mata itu sedikit redup, karena kalau melotot tidak jadi senyumnya. Ternyata untuk senyum itu memerlukan 14 otot yang aktif, sedangkan untuk cemberut bisa sampai 32 otot. Akibatnya energi cemberut itu lebih banyak daripada energi senyum. Senyum itu bisa kalau dalam hatinya rindu membahagiakan orang lain. Kalau orang kita ajak senyum maka akan terbawa senyum. Orang yang marah dihadapi dengan senyum insya Allah akan reda. Semakin lengkap ilmu tentang senyum akan makin nikmat senyum kita. Maka orang-orang yang akan menjadi contoh yang baik adalah orang yang yakin akan kebenaran yang dicontohkannya itu. Orang yang kurang ilmu akan sulit menjadi contoh. 
Hal yang kedua adalah; orang itu dapat menjadi contoh kalau ia sudah mengamalkannya, kalau tidak mengamalkannya tidak akan ada ruhnya. Orang yang sibuk memberi contoh tetapi orang itu belum menikmatinya akan menjadi susah. Nabi Muhammad SAW menyuruh sedekah, ditandai dengan setiap orang yang meminta tidak akan ditolaknya. Sedangkan kita menyuruh bersedekah, dalam bersedekah harus berfikir-fikir terlebih dahulu. Nabi Muhammad SAW menyuruh untuk hidup bersahaja dengan rumahnya yang sederhana. Apa yang diucapkan sama dengan yang diperbuat. Dalilnya adalah; “Amat besar kemurkaan Allah apabila ada yang berkata-kata apa yang tidak diperbuatnya”. 
Hal ketiga adalah; kalau ingin menyuruh/menjadi contoh itu harus sabar, karena sabar itu indah. Karena menyuruh orang lain itu tidak seperti membalikkan tangan. Pemimpin yang tidak punya kesabaran tidak akan dapat memimpin dengan baik. Makanya kalau punya anak harus sabar. Membalikkan hati anak, bukan tugas kita tetapi Allahlah yang melakukannya. Tugas kita adalah meberikan contoh. Kalau belum menurut sekarang, mungkin besok. Kalau pemimpin tidak punya kesabaran tidak akan efektif. 
Hal yang keempat adalah; harus ikhlas, ciri orang yang ikhlas itu adalah jarang kecewa. Orang yang ikhlas itu dipuji/dicaci sama saja. Kalau kita bertambah semangat ketika dipuji, dan patah semangat karena dicaci, tidak melakukan karena tidak ada yang memuji itu namanya kurang ikhlas. Kita hanya melakukan saja, mau dipuji atau tidak silakan saja, Allah Maha Melihat. Makanya terus memberi contoh sambil terus berharap diterima Allah amalan kita. Dengan kombinasi keyakinan, yang kita contohkan menjadi bagian dari diri kita, kesabaran yang prima, dan keikhlasan. Hati itu tidak bisa disentuh kecuali oleh hati juga. Kalau sudah diberi contoh dan tidak ada yang mengikuti, tidak apa-apa karena tidak akan habis pahalanya jika tidak ada yang mengikuti. Dalilnya: “Sekecil apapun perbuatan kembali kepada kita”. Lakukan saja. Dan tidak boleh ujub, misalnya; ketika kita sukses dalam memberi contoh, jangan ujub, karena orang lain berubah belum tentu karena contoh kita. Ketika kita memberi contoh di rumah, tetangga mengikuti, orang lain mengikuti, kita tidak boleh ujub karena akan hilang pahalanya. Jangan pernah merasa berjasa. Jangan merasa sudah merubah orang lain, karena yang membolakbalikkan hati adalah hanya Allah. Kalau kita sudah beramal sebaiknya dilupakan saja. Piala sebesar apapun akan kecil artinya, yang paling berharga adalah keikhlasan. Apalah artinya jika kita medapat piala yang akan membuat kita jadi riya. 
Tingkatkan diri kita menjadi contoh mulai dari wajah yang senyum, jadikan contoh, sapa kepada siapapun, ucapan salam. Lakukan apa yang kita inginkan orang lain lakukan, baca Qur’an. Kalau ingin anak-anak kurang menonton TV kita harus mencontohkan terlebih dahulu. Rahasia kekuatan pemimpin adalah suri tauladan. Sebagai contoh, mengapa P4 gagal diterapkan di Indonesia? Sederhanya sekali jawabannya, yaitu tidak ada contohnya. Kita jadi bingung karena tidak ada yang paling paham tentang P4. Rasulullah SAW adalah suri tauladan. Ketika Rasul mengajak jihad, beliau langsung ada di barisan paling depan. Bahkan Imam Ali mengatakan kalau pertempuran sudah berkecamuk begitu dashyat maka kami berlindung di balik Rasul. Beliau itu bertempur paling depan, bersedekah seperti angin dan hidup bersahaja. Ketika Rasul menyuruh bertahajud, kakinya sampai bengkak. Ketika Rasul menyuruh shaum perutnya sampai diganjal dengan batu. Ketika Rasul menyuruh orang berakhlak mulia, beliaulah yang akhlaknya paling mulia. Apapun yang beliau katakana kepada umatnya, pasti beliau lakukan. Itulah sebabnya ribuan tahun sampai kini, ribuan kilometer jaraknya, masih tetap kuat pengaruhnya. 
Kepemimpinan itu adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat dialah yang kepemimpinannya paling kuat. Jika kita ingin menyelamatkan orang lain harus terlebih dahulu menyelamatkan diri. Bagaimana mungkin menyelamatkan orang lain, kalu diri tidak selamat. Selamatkan diri kita agar punya kemampuan menyelamatkan orang lain. Kita tidak akan dapat menolong orang lain kalau kitanya rusak. Rahasia lainnya, pemimpin dalam Islam itu adalah pelayan umat. Jadi kalau diilustrasikan lewat piramida, piramidanya seperti piramida terbalik, dan pemimpin adalah yang di bawah. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, dia harus mengeluarkan pengorbanan yang paling besar dibanding dengan orang yang dipimpinnya. Pemimpin harus berpikir keras, sekuat-kuatnya untuk memajukan orang yang dipimpinnya. Ini baru pemimpin sukses. Seorang guru yang baik adalah yang membuat murid-muridnya pintar, kalau tidak guru tersebut dianggap tidak bisa mengajar. Orang tua yang sukses adalah orang tua yang mengeksploitir dirinya supaya anaknya lebih baik dari dirinya. Ibu dan Bapak masing-masing memiliki pengalaman dan masa lalu kemudian menikah, ini akan lebih bagus tentunya. Bayangkan: dua potensi, kapasitas, ilmu dan masa lalu bersatu menjadi anak, seharusnya anak ini menjadi brilian tetapi kadang-kandang kita terlalu sibuk masalah kantor, masalah uang akibatnya anak jadi gagal. Pemimpin yang sukses adalah yang selalu berpikir menjadi manfaat yang paling besar bagi orang lain. 
1. Bagaimana orang yang kita pimpin jadi ahli ibadah. Sebab kalau yang kita pimpin jauh dari Allah, siapa lagi yang akan menolong. Misal kita punya toko, kita harus berjuang agar karyawan yang ada jadi dekat dengan Allah, sebab kalau mereka dekat dengan Allah, Allah pasti akan menolong. Seorang suami harus berpikir sekuat-kuatnya agar istri dan anak dekat dengan Allah, sebab bisa saja kita tiba-tiba mati. Tetapi kalau dia dekat dengan Allah, Allahlah yang melindungi. Perlindungan ini jauh dari jangkauan manusia. Seorang suami itu bukan pemberi rezeki, suami itu sama-sama adalah pemakan rezeki. Jadi ini penting sekali untuk meningkatkan ibadah, sebab pemimpin bukan pemberi uang, pemimpin bukan penolong. Allahlah yang menolong. Kalau yang memimpin durhaka kita yang mengikuti akan ketiban pulungnya. Maka pemimpin yang baik harus berpikir keras bagaimana pengikutnya mendapat ilmu agama, atau dimotivasi untuk ibadah dan sinergi dengan doa. Kalau kita memimpin toko dengan sepuluh orang karyawan. Semuanya ahli tahajud, shaum, baca Qur’an bayangkan apa yang akan diberikan Allah kepada mereka. Jika kita punya pabrik 1000 orang, bikinlah sistem yang membuat orang bisa shalat berjamaah, bisa shalat tahajud dengan tahajud call. Buat supaya dapat baca Qur’an satu hari satu juz, bisa diharapkan sebulan khatam Al-Qur’an. Selesai kerja keras sinergikan dengan doa di malam hari. Doa ini adalah fasilitas senjata yang jarang kita gunakan belakang ini. Pemimpin harus selalu memperhatikan kualitas ibadah yang dipimpinnya. Tanpa ibadah yang bagus akhlak tidak akan bagus pula. 
2. Pemimpin baik yang akan sukses adalah yang berpikir keras bagaimana orang-orang yang dipimpinnya bisa menjadi khalifah di dunia ini, pandai, profesional dan kerjanya bagus. Dia korbankan dirinya supaya orang-orang disekelilingnya bertambah pintar. Kebahagiaan kita itu adalah ketika melihat orang lain sukses. Orang yang mengikuti kita jadi pintar karena Allah yang membuatnya pintar, bukan karena kita. Kita beruntung karena terpilih jadi jalannya yaitu belajar kepada kita, bisa saja Allah menggerakkannya belajar kepada orang lain, dan orang lain yang mendapatkan pahalanya. Kita harus sekuat tenaga membuat orang-orang di sekitar kita pintar, kalau bawahan selalu meminta nasihat dan saran kepada kita. Berarti kita tidak akan maju. Dan kita akan membuat mereka tergantung. Kita sebagai pemimpin harus punya banyak waktu untuk belajar, harus banyak waktu untuk mengup-grade, memperbaiki diri kita, maka berikan ilmu agar mereka maju. Pimpinan harus berhasil mencari masalah, dia berhasil merumuskan penyelesaian masalah, dan dia berhasil melakukan apa yang dia rumuskan. Pemimpin selalu membuat orang-orang disekitarnya pintar, selalu menemukan masalah, bisa mencari solusinya. Kita jangan sok pintar mencari solusi sendiri. Jadi bukan pemimpin yang baik jika segalanya dikerjakan sendirian. Akan capai nantinya, pemimpin adalah yang dapat membuat orang bangkit rasa percaya dirinya. 
3. Setiap orang yang kita pimpin dia harus punya kemampuan dakwah, pemimpin yang baik adalah dia harus berfikir bagaimana murid-murid bisa dakwah, anak, istri bisa dakwah. Suplailah ilmu, wawasan Dimanapun kamu berada harus menjadi figur contoh, dakwahkan islam dengan baik. Misalkan kita punya pabrik dengan 1000 karyawan jadinya akan ada 1000 mubaligh. Akibatnya karena kita jadi pemimpin, orang-orang jadi dekat dengan Allah, jadi profesional, orang-orang semuanya jadi agent of change yang menyebarkan perubahan kepada masyarakatnya, itulah pemimpin sejati, dan itulah yang dilakukan Rasul. Para sahabatnya semua jadi ahli ibadah yang tangguh, jadi pemimpin yang jagoan, profesional dan menyebar menjadi sarana kemuliaan dan martabat bagi umat, inilah pemimpin yang dibutuhkan. Andaikata presiden di suatu negara seperti ini menjadi suri tauladan, setiap patah katanya, perbuatannya, ibadahnya, profesionalismenya dan ia adalah orang yang benar-benar mengeksploitir dirinya agar rakyatnya menjadi ahli ibadah semuanya. Andaikata sebelum rapat kabinet harus dibacakan ayat-ayat Al-Quran, dan prasyarat jadi calon menteri adalah harus hafal minimal lima juz. Menteri-menteri yang dipilih adalah yang paling kuat ibadahnya, paling profesional dan figur dirinya menjadi suri tauladan. Kehidupannya harus zuhud. 
Impian ini dapat menjadi kenyataan dengan gampang saja jika Allah menghendaki. Mulainya adalah dari diri masing-masing. Targetnya cuma diri dan rumah terlebih dahulu. Apa artinya kantor sukses kalau rumah hancur. Biasanya jatuhnya pemimpin berawal dari rumahnya. Janganlah memikirkan negara yang besar, coba pikirkan negara mini kita dahulu yaitu tubuh kita ini. Kemudian baru mulai membenahi kerajaan rumah kita. Bonusnya adalah “Barangsiapa yang banyak bertobat, maka Allah akan menghilangkan segala kesedihan hati, melapangkan segala urusan dan Allah akan memberikan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga.” Ini akan menjadi penambah semangat bagi kita semua.

Siapakah KITA Sebenarnya ???

Siapakah kita sebenarnya? banyak orang yg merasa dirinyalah yg paling baik, hebat, dll! tp kenyataannya mereka tidak lebih dr orang yg belum mengenali siapa diri mereka sebenarnya. simaklah sepenggal kisah inspiratif dibawah ini:
Diruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat sedang menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku bacaan dan sebungkus biskuit sekedar untuk camilan saat menunggu pesawat. ia kemudian duduk disalah satu kursi di ruang tunggu VIP. sambil bersandar ia mulai membuka dan membaca buku yang dipegangnya dikursi sebelah (yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil) yang diatasnya tersaji sebungkus biskuit, duduklag seorang pria. pria tersebut terlihat sedang membaca sebuah majalah yang dipegangnya. ketika ibu muda itu mengambil sepotong biskuit yang terletak diatas meja, pria tsb juga mengambil sepotong.

Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tsb, namun ia diam saja. ia hanya bergumam, “huhu..menyebalkan. enak saja mengambil biskuit orang. rasanya ingin kutampar”. begitu seterusnya, setiap ibu muda mengambil sepotong biskuit, maka pria tsb juga melakukan hal yang sama sambil tersenyum kepada si ibu muda. perbuatan pria tsb benar-benar mengundang geram si ibu muda, namun ia tetap menyimpan kedongkolannya didalam dada. hingga biskuit itu hanya tinggal sepotong. si ibu muda bergumam, “hmm…saya ingin melihat apa yg dilakukan pria ini”. kemudian si pria itu mengambil biskuit yang hanya tinggal sepotong, kemudian membelahnya. ia mengambil separoh, dan mempersilahkan ibu muda untuk menikmati yg separohnya lagi. benar-benar keterlaluan, pikir ibu muda itu. kemudian ia bangkit, mengemasi barangnya dan kemudia pergi meninggalkan tempat duduk tsb, pindah ke ruang keberangkatan. ketika si ibu muda ini didalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk mengambil kacamata. dan betapa terkejutnya ia mendapati sebungkus biskuit, ternyata bungkusan biskuitnya masih utuh. betapa menyesalnya ibu muda itu, ia benar-benar merasa malu, merasa bersalah.

Ia mengira bahwa biskuit yg dimakan tadi adalah miliknya . ternya bukan! itu adalah biskuit kepunyaan pria yg td disebelahnya. pria td membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda dengan ikhlas, tanpa merasa terganggu, marah ataupun merasa rugi. bahkan ketika biskuitnya tinggal sepotong, ia membelahnya dan mempersilahkan kepada ibu muda untuk menikmati bagian separuh potongannya. sementara ibu muda merasa sebaliknya, ia merasa bahwa biskuit itu adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria disebelahnya, dan menyangka betapa pria tsb telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan dan kurang ajar. yang membuat ibu muda jengkel dan marah besar.

 Sahabatku….ingatlah ada empat hal yg tidak dapat diraih kembali:
1. batu setelah dilempar
2. kata setelah diucapkan
3. kesempatan setelah berlalu
4. hidup didunia setelah kematian

Olehkarena itu, berhati-hatilah dengan keempat itu. nilailah pribadi kita sebelum mengoreksi orang lain, berbuat baiklah dengan sesama, ucapkan kata-kata yg baik, manfaatkan waktu sebaik-baik mungkin, dan jadilah pribadi yg selalu gemar bertaubat, bersyukur, dan terus memperpaiki diri.